Kerajinan Tangan

Emang ya yang namanya dessy ga bisa jauh-jauh dari urusan jari jemari :p

Ketika sedang mencapai titik jenuh bermain musik di tahun 2009, saya mulai mencari-cari kegiatan lain untuk mengisi waktu.

Dan mlipirlah saya ke bidang kerajinan tangan, dulu ketika SD pernah saya membuat mainan monte yang entah apa namanya lalu disetrika dan jadilah sebuah bentuk, hasilnya saya jual ke teman-teman sekolah. Dari situ perjalanan saya mulai suka dengan kerajinan tangan, bisa jadi duit non hahahah

Masa sekolah sempat mainan kristik karena ekskul di sekolahan tapi berhenti seketika karena jadi duitnya lama (duit lagi kan) hahaha

Dan kerajinan tangan yang saya pilih setelah sekian tahun tidak menekuni kerajinan tangan adalah paper quilling.

Saya lupa kenapa saya bisa nyasar di paper filigree atau paper quilling, but its fun.
Mainan kertas yang dipotong-potong lalu dibuat sesuatu.

Sampai akhirnya membawa saya ke merajut.

Ciao ^^

salam kreasi DSY

Belajar musik itu menyenangkan

Ini cerita pengalaman saya bermain musik sejak kecil,

Saya lahir bukan dari pasangan orang tua yang ambisius. So, masa kindergarden saya lewati dengan lempeng aja. Teman2 se genk nya ibu pada rame ngikutin anaknya les balet, ya itu yang diikutin.
Padahal saya ga bakat menari :p

Begitu masuk SD, masih lempeng sambil bingung ni anak enaknya diikutin apa ya….
Akhirnya karena saya belum menunjukkan tanda2 berbakat di satu bidang *entah karena ga perna distimulus atau gimana* akhirnya diikutin lah semuanya mulai dari pramuka *baletnya selesai begitu saja*, lalu tari modern ketika kelas 4 dan menggambar. Ketika saya kelas 4 juga, baru dibelikan yang namanya alat musik alias keyboard mainan yang lumayanlah buat latihan anak seusia saya saat itu dengan background bakat yang belum jelas πŸ˜‚

Di tengah jalan Pramuka selesai, tari modern selesai, menggambar selesai sampai akhirnya yang masih konsisten adalah musik.
Why oh why?
Karena begitu masuk smp, ada ekskul drum band dan saya pilih masuk drum band. Main lagu sederhana tanpa teknik yang benar, bisa sampai beberapa lagu.
Berlanjut sampai lulus smp akhirnya tanda2 itu cukup membuat saya diyakini “suka musik”.

Masuk sma, lagi2 ada salah seorang teman gaul ibu yang anaknya les piano, nah ikut2an lah ibu memasukkan anaknya yang sudah sma ini ke les piano masih dengan harapan tinggi diiringi dengan keraguan *ni anak udah les mahal2 jangan2 ga suka* hahah

Bayangkan,waktu itu saya gak punya piano sama sekali trus les piano. Rasanya sungguh wow,tuts piano yang berat banget, ditambah dengan keraguan orang tua yang deg2an kalau beli piano mahal2 ga kepakai, dan tuntutan guru piano yang tiap minggu harus selalu ada progress *nasibkuuu*.

Ya tapi karena saya pada dasarnya keras kepala, lanjutlah latihan seadanya *senam jari pake tembok instead of piano karena kalau pakai keyboard 5 oktaf kurang*. Les piano masih lanjut at least ngertilah main musik yang betul kaya apa.

Sempat sampai pada taraf main band dimana2, sampai akhirnya saya merasa “sangat kurang maksimal” karena belum juga punya piano dan pelajaran les piano udah mengharuskan punya piano *gak bisa pakai keyboard lg*.

Masih di masa SMA, saya pun minta ganti instrumen. Karena kala itu, kalau beli apa2, apalagi barang mahal, saya sudah harus bisa mensubsidi budget orang tua. Belum mampu lah saya mensubisidi budget piano ye. Maka berhentilah saya di intermediate.

Ganti instrunen yang orang tua kira2 mampu membelikan tapi saya masih bisa belajar musik dengan maksimal. Dan sampai pada pilihan BIOLA.

Dari situ perjalanan saya dengan si biola ini dimulai.
Ternyata main biola itu susah, padahal saya udah punya alatnya πŸ˜‚okey karena saya keras kepala dan sudah punya basic musik jd lanjutlah terus dari mulai suzuki 1 *yes waktu itu pake suzuki* sampai ga terasa udah suzuki 4.
Dan jam terbang main biola saya juga lumayan, ikutan orkestra di denpasar,sering main di wedding dll.

Belajar klasik, les mahal sayang sekali kalau gak dimanfaatkan maksimal. Sampai akhirnya bertemulah saya dengan seorang dokter yang juga pianis dengan titel ABRSM (associated board of royal music school london).

Beliau menyarankan saya untuk ambil ujian ABRSM. Itu akan sangat berguna sekali demi masa depan saya. Dan semesta menjawab, guru les biola saya menyambut dengan baik&mau membimbing, orang tua sayapun sudah teryakinkan dengan sepak terjang *padahal ujian abrsmnya mahal*, dan bu dokter pun membantu mengurus administrasinya.

Lanjutlah saya dengan tetap melanjutkan suzuki 5 dan seterusnya sambil ikut rutin ujian abrsm praktek dan teori.

Dan saya tetap addicted dengan music. Pindah kuliah di jogja, hidup di malang tetap yang dicari adalah komunitas musik. Main di youth orchestra, melayani musik di gereja dan selanjutnya sambil tetap terus mengasah kemampuan dengan mengajar les musik.

Sampai hari inipun tinggal di solo, masih eksis di musik.

Ya setelah kesana kemari mencari bakat & minat, salah satunya ya di musik ini saya bisa menemukan diri saya sendiri.

See…bermain musik itu menyenangkan karena kita bisa menghibur diri sendiri dan punya banyak teman ☺😊

PS : les biola area solo, silahkan kontak saya 😊

salam kreasi DSY

Hai Crafter

Hai Readers
Dimanapun kalian berada

Perkenalkan nama saya Dessy. Sesuai dengan nama blog saya.

Dengan adanya blog ini, harapan saya mudah2an kita bisa berbagi cerita tentang hobi apapun yang kita tekuni.
Buat pemula, semoga bisa menginspirasi karya.

Blog ini memang khusus akan bercerita soal hobi saya dan perjalanan saya menekuni hobi. Kalau di blog saya yang lain mixed antara kehidupan & hobi.

So buat kalian yang hobi main musik, dan kerajinan tangan, saya harap di blog ini kita bisa saling sharing juga cerita kalian tanpa terganggu harus membaca kisah hidup saya yang lainnya di artikel yang seliweran di blog sebelah atau mungkin kopdar kalau sedang mengunjungi kota surakarta πŸ™‚

PS : I can speak english, so feel free to speak english to me to discuss about your hobby.

But since i am an Indonesian, i will write the article in bahasa.
You can google translate to understand what i wrote in this page.
Or better you can learn bahasa while you are trying to understand what i wrote. πŸ™‚

Salam Kenal Seniman
Ciao

salam kreasi DSY